Data Nomor HP Dijual Rp 7.000 di Situs Gelap, Foto Selfie Pakai KTP Lebih Mahal -->

Data Nomor HP Dijual Rp 7.000 di Situs Gelap, Foto Selfie Pakai KTP Lebih Mahal

Sunday, December 13, 2020



Kasus kebocoran data pengguna di berbagai platform di Indonesia tahun ini cukup marak. Tidak sedikit pula, data pribadi pengguna platfrom diperjual-belikan di forum gelap (darkwaeb). 

Dari laporan perusahaan keamanan siber, Kaspersky, harga data pribadi yang dijual di situs gelap tidak lebih mahal dari secangkir kopi. Kaspersky menganalisis penawaran aktif di 10 forum gelap internasional. Dari penelusuran tersebut, ditemukan bahwa harga data pribadi dibanderol mulai 50 sen atau 0,5 dollar AS, atau sekitar Rp 7.000-an per individu. 

Begini Antisipasinya Banderol harga itu bisa berbeda-beda tergantung jenisnya, seperti nomor ponsel (HP), catatan medis pribadi, foto selfie yang memegang dokumen pribadi seperti KTP atau paspor, yang dijual hingga 40 dollar AS (sekitar Rp 565.900). 

Berikut harga data pribadi yang banyak dijual di situs gelap, berdasar riset Kaspersky: 

  • detail kartu pribadi = 6-20 dollar AS (sekitar Rp 84.800 - Rp 282.900) 
  • pindaian SIM = 5-25 dollar AS (sekitar Rp 70.700 - Rp 353.700) 
  • layanan berlangganan = 0,5-8 dollar AS (sekitar Rp 7.000 - Rp 113.200) 
  • identitas diri (nama, tanggal lahir, e-mail, nomor handphone) =  0,5-10 dollar AS (sekitar Rp 7.000 - Rp 141.800). 
  • selfie dengan dokumen paspor atau SIM = 40-60 dollar AS (sekitar Rp 565.900 - Rp 848.900). 
  • rekam medis =  1-30 dollar AS (sekitar Rp 14,000 - Rp 424.500) 
  • akun Paypal: 50-500 dollar AS (sekitar Rp 707.400 - Rp 7 juta) 
  • akun online banking 1-10 persen dari nilai 

Harga data pribadi di atas dalam satu dekade terakhir tidak berubah. Data yang menjadi favorit di antaranya adalah data kartu kredit, akses perbankan, dan layanan pembayaran elektronik. 

Bukan hanya materi 

Penyalahgunaan data ini berpotensi menimbulkan risiko cukup signifikan, seperti pengambilan nama atau penggunaan layanan korban berdasarkan identitasnya. Secara umum, data yang dijual di situs gelap bisa disalahgunakan untuk pemerasan, eksekusi penipuan dan skema phishing, hingga pencurian uang secara langsung.

 Jenis data tertentu seperti akses ke akun pribadi atau database password, bisa disalahgunakan tidak cuma untuk kepentingan materiil, namun juga kerugian reputasi dan jenis kerugian sosial lain, seperti doxing.


Sumber : kompas